Selama dua hari digelar, pelatihan penelitian kuantitatif dan Mendeley untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makrifatul Ilmi (STIT-MI) resmi ditutup hari ini (03/07/2022).
Wingky Ketua Dewan Mahasiswa STIT-MI, resmi emngungkapkan, kegiatan seperti ini sangat membantu Mahasiswa dalam memahami serta mendalami tentang penelitian, khususnya terkait proses dan tekniknya.

“Tentang penelitian, memang kami telah belajar pada mata kuliah metodologi penelitian pendidikan. Namun, dengan pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini, kami kembali mendalami tatacara melaksanakan penelitian, ” Katanya.
Sementara itu pemateri pelatihan Yeni Wulandari saat ditemui tim official website STIT-MI mengatakan, sebagai follow up pelatihan, nantinya para alumnus pelatihan bersama dosen akan mengadakan penelitian bersama.
“Alhamdulillah, seluruh rangkain pelatihan berjalan dengan baik. Sebagai tindaklanjut kegiatan ini, kita akan berkoordinasi dengan LPM dan LPPM untuk mengagendakan penelitian bersama,” Ujar Yeni diamini Anwar Fathoni pemateri kedua dalam pelatihan.
Terpisah Ketua STIT-MI Drs. H. Abdullah Munir, M. Pd. melalui sambungan selulernya, sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan penelitian yang baru saja usai tersebut.
“Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja serta turut menyukseskan kegiatan pelatihan. Tentunya Perguruan tinggi memberikan suport terhadap kegiatan seperti ini, kedepannya agar bisa terus ditingkatkan kembali, ” tutur Ketua STIT-MI.
Lebih lanjut, Ketua STIT-MI menjelaskan, Bidang penelitian termasuk kategori penilaian yang tidak kalah penting dibandingkan Indikator lainnya seperti tata kelola, jumlah jurusan-Prodi, SDM , Sarpras dan pengabdian kepada masyarakat.
“Bahwa Karya Tulis Ilmiah itu merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian kualitas sebuah perguruan tinggi. Makan, kami berharap kedepannya nanti, STIT-MI juga mampu mampu meningkatkan jumlah peneliti baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” Demikian Abdullah Munir.
@official website



