STIT-MI – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) di Ruang Auditorium kampus setempat, Rabu (16/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan penguatan mutu akademik.
Kegiatan menghadirkan narasumber utama Yeni Wulandari, M.Pd., dosen sekaligus pengembang kurikulum di STIT Makrifatul Ilmi. Dalam presentasinya, Yeni memaparkan bahwa Outcome-Based Education merupakan paradigma pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur, terstruktur, dan terstandar.
“OBE memposisikan mahasiswa sebagai center of learning process. Setiap rancangan pembelajaran harus mengacu pada kompetensi yang diharapkan (expected competencies) dari lulusan, bukan sekadar pada transfer pengetahuan (knowledge delivery),” ujar Yeni.
Lebih lanjut, Yeni menguraikan distingsi antara pembelajaran konvensional dan OBE. Menurutnya, model tradisional hanya berorientasi pada satu indikator, yakni penguasaan pengetahuan (knowledge-based). Sementara OBE mengadopsi pendekatan multi-kriteria, yang meliputi dimensi pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skills), bahkan dalam beberapa kerangka OBE juga mencakup sikap (attitudes).
Baca Juga: Ketua STIT-MI Lepas Peserta Muktamar Pemikiran Mahasiswa Nasional
Yeni menegaskan, terdapat tiga langkah fundamental dalam implementasi OBE di perguruan tinggi:
Sosialisasi paradigma penilaian kepada dosen dan mahasiswa, bahwa asesmen tidak semata mengukur aspek kognitif (pengetahuan), melainkan juga aspek psikomotorik (keterampilan).
Transformasi metode pembelajaran, di mana dosen tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada fasilitasi pembentukan keterampilan yang relevan bagi setiap mahasiswa.
Kunjungi Kami: Pesantren Makrifatul Ilmi Klik disini
Desain asesmen komprehensif, yang memadukan evaluasi penguasaan pengetahuan dan keterampilan secara proporsional serta berbasis indikator capaian pembelajaran lulusan (CPL).
Terpisah, Ketua LPM STIT Makrifatul Ilmi, Muhammad Arif Luthfi, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menyinergikan kurikulum kampus dengan tuntutan workplace competencies dan kebijakan pendidikan tinggi terkini.
“Kami berkomitmen membangun kurikulum yang relevan, aplikatif, serta sejalan dengan national qualification framework dan bahkan global academic standards,” ujar Arif.
Selama workshop, para dosen memperoleh pembekalan mengenai prinsip-prinsip OBE, penyusunan course learning outcomes (CLO), pemetaan mata kuliah, hingga teknik penilaian berbasis capaian. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi dan simulasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE.
“Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas, berorientasi pada capaian, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki daya saing global,” Demikian Arif Luthfi, M.Pd. Ketua LPM STIT Makrifatul Ilmi. (*)



