STIT-MI – Dr. KH. Abdullah Munir, M.Pd kembali terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkulu Selatan untuk periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-X MUI Bengkulu Selatan yang digelar pada Selasa, 9 Desember 2025.
Selain dikenal sebagai tokoh ulama, Dr. KH. Abdullah Munir saat ini juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan, sebuah institusi pendidikan tinggi Islam yang berfokus pada pengembangan keilmuan dan kaderisasi pendidik di bidang keislaman.
Musda yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh unsur pimpinan MUI kecamatan, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh ulama, serta undangan dari unsur pemerintah daerah.
Forum ini menjadi wadah evaluasi kinerja pengurus periode sebelumnya sekaligus merumuskan program kerja lima tahun ke depan.
Dalam proses pemilihan yang mengedepankan musyawarah mufakat, peserta Musda sepakat kembali memberikan amanah kepemimpinan kepada Dr. KH. Abdullah Munir.
Keputusan ini didasarkan pada penilaian atas kepemimpinannya yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan peran MUI dalam pembinaan umat.
Antara Tunduk dan Taat: Menyelami Makna Adab Santri terhadap Kiai di Tengah Tuduhan Feodalisme
Dalam sambutan usai terpilih, Dr. KH. Abdullah Munir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh peserta Musda atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar. MUI harus terus menjadi penjaga akidah umat, peneguh ukhuwah, dan mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan kehidupan beragama yang damai dan bermartabat,” tuturnya.
Ia menambahkan, kepengurusan MUI Bengkulu Selatan ke depan akan lebih menitikberatkan pada penguatan dakwah moderat, pembinaan generasi muda, serta sinergi antara ulama, umara, dan umat.
Ketua Panitia Musda X MUI Bengkulu Selatan menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Musda berlangsung lancar, tertib, dan mengedepankan nilai-nilai musyawarah.
Terpilihnya kembali Dr. KH. Abdullah Munir disambut baik oleh berbagai kalangan.
Para tokoh agama dan masyarakat berharap MUI Bengkulu Selatan semakin adaptif terhadap dinamika sosial serta mampu memberikan solusi keagamaan yang menyejukkan. (*)



