STIT MI – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin masif menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada tanggung jawab etis dan keberlanjutan lingkungan.
Hal ini menjadi fokus utama dalam artikel ilmiah berjudul “Pengembangan Literasi AI Hijau: Pendekatan Pedagogis untuk Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan di Sekolah” karya Arif, yang mengkaji pentingnya integrasi konsep AI hijau dalam praktik pendidikan.
Melalui pendekatan konseptual dan pedagogis, artikel ini menegaskan bahwa literasi AI hijau merupakan upaya strategis untuk membekali peserta didik dengan pemahaman kritis mengenai dampak sosial, etika, dan lingkungan dari penggunaan teknologi AI.
Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan cara menggunakan AI, tetapi juga perlu menanamkan kesadaran akan konsumsi energi, jejak karbon digital, serta tanggung jawab moral dalam pemanfaatan teknologi cerdas.
Penulis menjelaskan bahwa pengembangan literasi AI hijau di sekolah dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum lintas mata pelajaran, pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta penguatan kompetensi guru dalam memahami isu keberlanjutan teknologi.
Pendekatan ini mendorong siswa untuk berpikir reflektif, kreatif, dan solutif terhadap tantangan global yang ditimbulkan oleh kemajuan AI.
Artikel ini juga menyoroti peran penting sekolah sebagai ruang awal pembentukan karakter digital yang beretika dan berkelanjutan. Dengan pendekatan pedagogis yang tepat, AI tidak hanya menjadi alat pembelajaran yang inovatif, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Baca artikel “Pendekatan Pedagogis untuk Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan di Sekolah” Klik Disini.
Melalui kajian ini, penulis menegaskan bahwa literasi AI hijau merupakan kebutuhan mendesak dalam sistem pendidikan modern.
Integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam pendidikan AI diyakini dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga peduli terhadap masa depan lingkungan dan kemanusiaan. []



