• Call: +60 8 123 000
  • E-mail: info@gmail.com
  • Login
Education Blog
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info
No Result
View All Result
STIT MI BENGKULU SELATAN
No Result
View All Result
Home Article

Hadis, Media Sosial, dan Generasi Milenial: Membentuk Identitas Keagamaan Muslim di Era Digital

officialstitmi by officialstitmi
September 22, 2025
in Article
0
Hadis, Media Sosial, dan Generasi Milenial: Membentuk Identitas Keagamaan Muslim di Era Digital
Share on FacebookShare on Twitter

STIT-MI – Perkembangan media sosial tidak hanya mengubah pola komunikasi, tetapi juga membawa dampak besar pada cara generasi milenial Muslim memahami dan mengamalkan hadis. Hal ini terungkap dalam penelitian berjudul “Hadis, Media Sosial, dan Millenial: Membentuk Identitas Keagamaan Muslim di Dunia Digital” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam (El-Makrifat), Januari-Juli 2025

Hadis Hidup di Dunia Digital

Konsep living hadis kini menemukan ruang baru di media sosial. Hadis tidak lagi sekadar dipelajari di kitab atau pengajian formal, melainkan hadir dalam bentuk infografis, video pendek, hingga kutipan inspiratif di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Generasi milenial menggunakan media sosial untuk menemukan relevansi hadis dengan isu modern, seperti kesehatan mental, gaya hidup Islami, hingga produktivitas. Fenomena ini disebut sebagai bentuk kesalehan digital, di mana hadis menjadi panduan moral dalam interaksi daring.

Baca Juga: Akreditasi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makrifatul Ilmi

Dampak Positif dan Tantangan

Penelitian ini mengungkap beberapa dinamika penting:

  • Pluralitas Interpretasi: Hadis ditafsirkan beragam oleh pengguna, sesuai latar belakang dan literasi keagamaan masing-masing.

  • Kreativitas Visualisasi: Infografis, animasi, dan video pendek membuat hadis lebih mudah dipahami oleh generasi muda.

  • Relevansi Sehari-hari: Ajaran hadis dikaitkan dengan isu kontemporer, seperti manajemen stres, kejujuran di media sosial, hingga anti-hoaks.

  • Tren & Tagar: Kampanye digital dengan hashtag seperti #HadithOfTheDay atau #PesanRasul memperkuat penyebaran nilai Islam.

  • Risiko Misinformasi: Pemahaman keliru muncul ketika hadis dipotong dari konteks aslinya, sehingga diperlukan literasi digital keagamaan.

Identitas Keagamaan Milenial

Media sosial menjadi ruang penting bagi milenial Muslim untuk membangun dan mengekspresikan identitas keagamaan. Mereka tidak hanya belajar secara mandiri, tetapi juga berbagi kutipan hadis, nasihat, hingga pengalaman spiritual sebagai bentuk ekspresi iman di dunia maya.

Meski menghadapi tantangan tren populer yang kadang tidak sejalan dengan ajaran Islam, generasi ini mampu menjadikan media sosial sebagai sarana memperkuat keimanan.

Kesimpulan

Studi ini menegaskan bahwa media sosial memegang peran krusial dalam membentuk identitas keagamaan Muslim milenial. Hadis dihidupkan kembali dalam bentuk yang relevan dengan kehidupan modern, meski tetap dibutuhkan literasi digital agar pesan agama tidak mengalami reduksi makna.

Untuk membaca artikel secara utuh klik disini

Tags: Artikel
Previous Post

STIT Makrifatul Ilmi Gelar Sidang Munaqasyah Mahasiswa

Next Post

Integrasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Kurikulum Merdeka: Menjaga Moderasi Islam di Sekolah

officialstitmi

officialstitmi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dr. H. Abdullah Munir, M.Pd.

Most commented

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kabupaten Bengkulu Selatan

Strategi Penguatan Kompetensi Mahasiswa PAI dan PGMI di Era Pendidikan Digital

Integrasi Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Fiqih: Membangun Karakter Spiritual Peserta Didik

Menelaah Kembali Sahabat Nabi: Antara Otoritas, Konflik, dan Tantangan Keislaman Kontemporer

Etika dan Regulasi AI dalam Dunia Pendidikan: Tantangan dan Tanggung Jawab Bersama

STIT MI BENGKULU SELATAN

Official Website | Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan

Tags

#Munaqasyah #PPL #STITMI #STIT-MI #STITMI #stit_mi #Ujian_Komprehensif #Yudisium Abdullah Munir Akademik Akreditasi Arif Luthfi Artikel BAAK Beasiswa Canva CEL Dema Dosen Guru HSN Kampus Karakter Kompetisi Kukerta Kuliah Liza Wahyuninto Mahasiswa Maulid Nabi MoU Official OJS PAI Pembinaan Penelitian Peta Konsep PKKMB pmb Prestasi Proposal Seminar Serdos Skripsi Surismi Nada Puspa Workshop Yeni Wulandari

Recent News

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

April 20, 2026
Peta Bengkulu Selatan

Kabupaten Bengkulu Selatan

April 6, 2026

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In