• Call: +60 8 123 000
  • E-mail: info@gmail.com
  • Login
Education Blog
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info
No Result
View All Result
STIT MI BENGKULU SELATAN
No Result
View All Result
Home Article

Pendidikan Islam di Era Digital: Peran Kampus Tarbiyah

officialstitmi by officialstitmi
September 14, 2025
in Article
0
era digital

era digital

Share on FacebookShare on Twitter

Abstrak

Era digital telah membawa perubahan fundamental dalam sistem pendidikan, termasuk pendidikan Islam di Indonesia. Pergeseran paradigma dari pembelajaran konvensional menuju digital menuntut adanya adaptasi yang signifikan dari lembaga pendidikan Islam, khususnya kampus tarbiyah. Artikel ini bertujuan mengkaji peran kampus tarbiyah dalam merespons tantangan dan peluang era digital melalui inovasi kurikulum, peningkatan literasi digital, serta riset berbasis teknologi. Dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan pendidikan Islam di era digital sangat ditentukan oleh kemampuan integratif kampus tarbiyah dalam menyelaraskan nilai-nilai keislaman dengan tuntutan globalisasi teknologi.

Pendahuluan

Revolusi industri 4.0 dan transformasi digital telah menciptakan lanskap baru dalam dunia pendidikan. Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta big data bukan lagi sekadar jargon, melainkan realitas yang menentukan kualitas pendidikan modern (Latif, 2021). Dalam konteks pendidikan Islam, kehadiran teknologi digital membawa implikasi yang kompleks: di satu sisi memberikan peluang pengembangan pembelajaran yang lebih efektif, tetapi di sisi lain menimbulkan tantangan berupa disrupsi nilai-nilai tradisional.

Baca Juga: Integrasi Pendidikan Agama Islam dengan Kurikulum Merdeka

Kampus tarbiyah sebagai institusi pendidikan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga pendidik yang tidak hanya berkompeten secara pedagogis, tetapi juga adaptif terhadap teknologi digital. Sebagaimana diungkapkan Azra (2019), kampus tarbiyah merupakan garda terdepan dalam mengintegrasikan ilmu keislaman dengan sains dan teknologi. Oleh karena itu, urgensi penguatan peran kampus tarbiyah di era digital tidak dapat diabaikan.

Tinjauan Pustaka

Penelitian terdahulu menyoroti transformasi pendidikan Islam dalam menghadapi era digital. Gilster (1997) memperkenalkan konsep literasi digital sebagai prasyarat utama untuk memasuki era informasi. Mutohar (2019) menegaskan bahwa pemanfaatan e-learning dalam pendidikan Islam terbukti meningkatkan partisipasi mahasiswa, sekaligus menumbuhkan keterampilan berpikir kritis. Sementara itu, Rahman (2021) menekankan bahwa literasi digital tidak dapat dilepaskan dari etika Islam, mengingat penyalahgunaan teknologi dapat berimplikasi pada degradasi moral.

Dari sudut pandang kelembagaan, kampus tarbiyah dinilai mampu memainkan peran signifikan dalam menjembatani nilai-nilai tradisi Islam dengan modernitas digital. Penelitian Hidayat (2021) menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran digital di kampus tarbiyah memerlukan sinergi antara dosen, mahasiswa, dan kebijakan institusional agar transformasi berjalan optimal.

Pembahasan

1. Integrasi Kurikulum Tarbiyah dengan Teknologi

Kurikulum kampus tarbiyah perlu dirancang agar mampu mengakomodasi kebutuhan era digital. Prodi Pendidikan Agama Islam, misalnya, tidak cukup hanya mengajarkan metodologi fiqh atau tafsir, tetapi juga harus melatih mahasiswa mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti aplikasi, video interaktif, atau platform Learning Management System (LMS). Hal ini sejalan dengan penelitian Mansur (2020) yang menyatakan bahwa kurikulum inovatif berperan penting dalam menumbuhkan kompetensi digital mahasiswa tarbiyah.

2. Literasi Digital Islami

Literasi digital di kampus tarbiyah bukan hanya menyangkut keterampilan teknis, tetapi juga mencakup aspek etika dan moralitas. Dalam Islam, penggunaan teknologi harus dilandasi oleh prinsip adab dan akhlaq al-karimah. Oleh karena itu, mahasiswa kampus tarbiyah perlu dilatih tidak sekadar mahir mengakses informasi, melainkan juga kritis dalam memverifikasi sumber serta bijak dalam menyebarkan konten digital.

Baca Juga: Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital

3. Riset dan Inovasi

Riset berbasis teknologi merupakan salah satu indikator utama kualitas kampus tarbiyah. Inovasi dapat dilakukan melalui digitalisasi literatur klasik (kitab kuning), pemanfaatan big data dalam analisis pendidikan Islam, hingga pengembangan aplikasi mobile untuk pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini akan memperkuat posisi kampus tarbiyah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang adaptif terhadap dinamika global.

4. Tantangan Implementasi

Meskipun potensinya besar, kampus tarbiyah menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya literasi digital di kalangan dosen, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta adanya resistensi budaya dari sebagian kelompok yang masih memandang teknologi sebagai ancaman terhadap tradisi Islam (Sulaiman, 2020). Oleh karena itu, strategi transformatif perlu ditempuh melalui pelatihan intensif, penyediaan fasilitas memadai, serta penguatan sinergi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat.

Baca Juga: Profil Lengkap STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan

Kesimpulan

Kampus tarbiyah memegang peranan sentral dalam mengembangkan pendidikan Islam di era digital. Melalui integrasi kurikulum berbasis teknologi, penguatan literasi digital islami, serta pengembangan riset inovatif, kampus tarbiyah dapat menghadirkan pendidikan Islam yang relevan dengan tuntutan global. Tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur tidak boleh menjadi penghalang, melainkan harus dijawab dengan strategi adaptif dan kolaboratif. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mampu bertahan di era digital, tetapi juga berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang modern dan berkeadaban.

Daftar Pustaka

  • Azra, A. (2019). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.
  • Gilster, P. (1997). Digital Literacy. New York: Wiley.
  • Hidayat, A. (2021). Integrasi Pendidikan Islam dan Teknologi Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 112–126.
  • Latif, H. (2021). Riset Pendidikan Islam di Era Digital: Peluang dan Tantangan. Studia Islamika, 28(3), 355–378.
  • Mansur, R. (2020). Kurikulum Tarbiyah di Era Revolusi Industri 4.0. Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 23–40.
  • Mutohar, P. M. (2019). Pemanfaatan Teknologi dalam Pendidikan Islam. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 5(2), 87–98.
  • Rahman, F. (2021). Etika Literasi Digital dalam Perspektif Islam. Jurnal Etika dan Pendidikan Islam, 9(1), 44–59.
  • (2020). Pendidikan Islam dalam Dinamika Revolusi Industri 4.0. Tarbiyah: Journal of Islamic Education, 5(1), 15–30.
  • Sulaiman, M. (2020). Tantangan Pendidikan Islam di Era Digitalisasi. Journal of Islamic Studies, 12(2), 201–220.
Tags: Artikel
Previous Post

STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan: Kampus Favorit di Bengkulu untuk Pendidikan Islami dan Berkualitas

Next Post

Sinergi Peta Konsep dan Alat Whiteboard Online untuk Mendorong Inovasi dan Kreativitas Belajar

officialstitmi

officialstitmi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dr. H. Abdullah Munir, M.Pd.

Most commented

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kabupaten Bengkulu Selatan

Strategi Penguatan Kompetensi Mahasiswa PAI dan PGMI di Era Pendidikan Digital

Integrasi Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Fiqih: Membangun Karakter Spiritual Peserta Didik

Menelaah Kembali Sahabat Nabi: Antara Otoritas, Konflik, dan Tantangan Keislaman Kontemporer

Etika dan Regulasi AI dalam Dunia Pendidikan: Tantangan dan Tanggung Jawab Bersama

STIT MI BENGKULU SELATAN

Official Website | Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan

Tags

#Munaqasyah #PPL #STITMI #STIT-MI #STITMI #stit_mi #Ujian_Komprehensif #Yudisium Abdullah Munir Akademik Akreditasi Arif Luthfi Artikel BAAK Beasiswa Canva CEL Dema Dosen Guru HSN Kampus Karakter Kompetisi Kukerta Kuliah Liza Wahyuninto Mahasiswa Maulid Nabi MoU Official OJS PAI Pembinaan Penelitian Peta Konsep PKKMB pmb Prestasi Proposal Seminar Serdos Skripsi Surismi Nada Puspa Workshop Yeni Wulandari

Recent News

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

April 20, 2026
Peta Bengkulu Selatan

Kabupaten Bengkulu Selatan

April 6, 2026

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In