Sejarah Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan salah satu daerah di Provinsi Bengkulu yang memiliki perjalanan sejarah panjang dan penuh dinamika. Letaknya yang berada di bagian selatan provinsi menjadikan wilayah ini kaya akan sumber daya alam sekaligus memiliki latar belakang sejarah yang menarik untuk ditelusuri.
Awal terbentuknya Bengkulu Selatan tidak lepas dari kondisi Indonesia pasca kemerdekaan. Pada periode 1945 hingga 1948, wilayah ini dikenal dengan nama Kabupaten Manna Kaur. Seiring perkembangan situasi politik dan pemerintahan saat itu, namanya kemudian berubah menjadi Kabupaten Seluma Manna Kaur pada rentang tahun 1948 hingga 1949. Perubahan ini mencerminkan proses penyesuaian sistem pemerintahan di masa transisi setelah penjajahan.
Pembentukan resmi Kabupaten Bengkulu Selatan terjadi pada 8 Maret 1949 melalui keputusan Gubernur Militer Daerah Militer Istimewa Sumatera Selatan dengan nomor GB/27/1949. Dalam keputusan tersebut, Baksir ditunjuk sebagai bupati pertama. Penetapan ini menjadi tonggak awal berdirinya pemerintahan daerah Bengkulu Selatan secara administratif.
Selanjutnya, keberadaan kabupaten ini diperkuat oleh pemerintah pusat melalui regulasi yang lebih formal. Pada 14 November 1956, pemerintah mengeluarkan ketetapan yang kemudian dituangkan dalam undang-undang sebagai dasar hukum pengakuan wilayah Bengkulu Selatan sebagai daerah administratif resmi.
Dalam upaya menjaga identitas daerah, masyarakat Bengkulu Selatan kemudian menyepakati tanggal 8 Maret sebagai hari jadi kabupaten. Kesepakatan ini ditetapkan pada tahun 2005 dan diperkuat melalui peraturan daerah, sehingga menjadi momentum penting untuk mengenang sejarah sekaligus mendorong semangat pembangunan daerah.
Perjalanan Bengkulu Selatan juga diwarnai dengan proses pemekaran wilayah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003, wilayah ini dimekarkan menjadi beberapa daerah baru, yaitu Kabupaten Kaur dan Kabupaten Seluma. Pemekaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan serta mempercepat pembangunan di wilayah masing-masing.
Pasca pemekaran, Bengkulu Selatan terus berkembang dengan menjadikan sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata sebagai penopang utama ekonomi daerah. Dengan ibu kota di Manna, kabupaten ini berupaya menata pembangunan secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi ciri khasnya.
Hingga saat ini, Bengkulu Selatan terus bertransformasi menjadi daerah yang berkembang, tanpa melupakan akar sejarah yang telah membentuk identitasnya sejak masa awal berdiri.


