• Call: +60 8 123 000
  • E-mail: info@gmail.com
  • Login
Education Blog
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info
No Result
View All Result
STIT MI BENGKULU SELATAN
No Result
View All Result
Home Article

Bicara dengan Pikiran, Bukan Membaca dari Layar: Seruan untuk Dunia Kampus

officialstitmi by officialstitmi
November 11, 2025
in Article
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena mahasiswa yang mempresentasikan tugas dengan mata terpaku pada ponsel atau layar laptop kini menjadi pemandangan lumrah di ruang kuliah. Mereka berdiri di depan kelas, membaca teks dari layar tanpa ekspresi, tanpa kontak mata, tanpa improvisasi. Presentasi, yang semestinya menjadi ajang melatih keberanian berbicara dan mengasah kemampuan berpikir kritis, kini berubah menjadi kegiatan membaca ulang tulisan sendiri.

Sekilas tampak sepele. Namun, di balik kebiasaan itu tersimpan gejala serius: krisis intelektual dan degradasi etos akademik di kalangan mahasiswa. Mereka tidak lagi berbicara dengan pemahaman, tetapi sekadar membacakan hasil pencarian daring yang mungkin bahkan belum mereka cerna.

Antara Formalitas dan Esensi

Dalam tradisi akademik, presentasi bukan hanya bentuk penilaian, melainkan proses pembentukan diri, melatih kemampuan berargumen, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan ide secara sistematis. Ketika kegiatan itu direduksi menjadi sekadar membaca teks, maka hilanglah makna pendidikan yang sesungguhnya: membangun manusia yang berpikir, bukan sekadar menyalin informasi.

Krisis ini menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa kini lebih takut salah berbicara daripada salah berpikir. Mereka mencari aman dengan membaca kalimat demi kalimat dari HP, tanpa memberi ruang bagi spontanitas intelektual. Padahal, dalam dunia akademik, risiko salah bicara adalah bagian dari proses belajar; sedangkan takut berpikir adalah awal dari stagnasi.

Salah Siapa?

Menyalahkan mahasiswa semata tentu tidak adil. Sistem pembelajaran di kampus pun turut berperan. Banyak dosen yang lebih menekankan aspek administratif daripada aspek reflektif. Nilai sering diberikan atas dasar kelengkapan makalah dan slide, bukan pada kemampuan menjelaskan atau mempertahankan argumen. Mahasiswa pun akhirnya menganggap presentasi hanyalah formalitas akademik, bukan ruang intelektual.

Baca Juga: Studi Pendidikan Agama Islam, Arah dan Tujuannya

Selain itu, pola pembelajaran yang masih bersifat satu arah turut memperlemah budaya dialog. Kampus sering kali lebih sibuk dengan akreditasi dan standar mutu administratif daripada menumbuhkan atmosfer akademik yang hidup dan dinamis. Dalam situasi semacam ini, mahasiswa kehilangan ruang untuk berlatih berbicara, berdiskusi, dan berdebat secara sehat.

Membangun Kembali Tradisi Akademik

Jika ingin melahirkan generasi pemikir, kampus harus mengembalikan makna sejati presentasi. Mahasiswa perlu diarahkan untuk memahami materi dan mengomunikasikannya dengan bahasa sendiri. Dosen perlu memberi teladan: menilai proses berpikir, bukan hanya hasil tulisannya.

Baca Juga: Perbandingan Definisi Pendidikan Agama Islam di Berbagai Negara dan Adaptasi Lokal Bengkulu Selatan

Lebih jauh, kampus perlu menumbuhkan budaya akademik yang menghargai argumentasi, bukan hanya konformitas. Presentasi seharusnya menjadi ruang dialog, tempat mahasiswa belajar berani berbeda pendapat, mengajukan gagasan, dan menerima kritik.

Akhirnya: Saatnya Bicara, Bukan Membaca

Membaca dari HP mungkin tampak praktis, tetapi jika terus menjadi kebiasaan, maka yang hilang bukan hanya kualitas presentasi, melainkan jati diri mahasiswa sebagai insan akademik. Perguruan tinggi akan kehilangan maknanya jika tidak lagi mampu melahirkan manusia yang berpikir dan berbicara dengan nurani ilmu.

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dema
Previous Post

Ketua STIT Makrifatul Ilmi: Semangat Juang Pahlawan Harus Hidup di Dunia Pendidikan

Next Post

Pemimpin Bukan Penguasa: Refleksi Hadis tentang Amanah Kepemimpinan dalam Islam

officialstitmi

officialstitmi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dr. H. Abdullah Munir, M.Pd.

Most commented

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kabupaten Bengkulu Selatan

Strategi Penguatan Kompetensi Mahasiswa PAI dan PGMI di Era Pendidikan Digital

Integrasi Kurikulum Cinta dalam Pembelajaran Fiqih: Membangun Karakter Spiritual Peserta Didik

Menelaah Kembali Sahabat Nabi: Antara Otoritas, Konflik, dan Tantangan Keislaman Kontemporer

Etika dan Regulasi AI dalam Dunia Pendidikan: Tantangan dan Tanggung Jawab Bersama

STIT MI BENGKULU SELATAN

Official Website | Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan

Tags

#Munaqasyah #PPL #STITMI #STIT-MI #STITMI #stit_mi #Ujian_Komprehensif #Yudisium Abdullah Munir Akademik Akreditasi Arif Luthfi Artikel BAAK Beasiswa Canva CEL Dema Dosen Guru HSN Kampus Karakter Kompetisi Kukerta Kuliah Liza Wahyuninto Mahasiswa Maulid Nabi MoU Official OJS PAI Pembinaan Penelitian Peta Konsep PKKMB pmb Prestasi Proposal Seminar Serdos Skripsi Surismi Nada Puspa Workshop Yeni Wulandari

Recent News

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

Kartini Dirayakan, Tapi Belum Dipahami

April 20, 2026
Peta Bengkulu Selatan

Kabupaten Bengkulu Selatan

April 6, 2026

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

No Result
View All Result
  • Home
  • About Us
    • History
    • Vision, Mission & Objective
    • Motto
    • Strategic Plan
    • Organization
    • Mars
  • Academics
    • Academic Calender
    • Academic Guideline
  • Classis
    • Management
    • Teaching
    • Stories
    • Learning
    • Studying
    • Remedy
  • Tarbiyah
    • Prodi PAI
    • Prodi PGMI
  • Campus Life
    • Facilities
    • What is Campus Life
    • Student Organizations
    • Alumni Organization
  • PMB
  • Siakad
  • Journal
    • OJS el_Makrifah
    • ISSN
  • Info

© by: Suport | 2021 | STIT MI Official.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In