Official – Setelah sukses sebagai peserta Muktamar Pemikiran Mahasiswa Nasional (MPMN) ke-I tahun 2022 di IAIN Ponorogo Jawa Timur. Delapan mahasiswa STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan kembali lolos dalam seleksi Jurnal Prosiding International Conference on Tradition and Religious Studies.
Sebelumnya, MPMN dilaksanakan di IAIN Ponorogo mulai tanggal 6-12 September 2022 tahun lalu, diikuti seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia.
Dari STIT Makrifatul Ilmi, saat itu mengirimkan mahasiswa yang terbagi menjadi dua group. Group pertama dengan judul penelitian “Idealisasi Menyalahgunakan Pikiran Kita” sedangkan group kedua “Perang Pemikiran Ideologi Negara.”
Untuk seleksi kali ini, setidaknya ada 8 mahasiswa STIT Makrifatul Ilmi yang dinyatakan lolos seleksi prosiding jurnal internasional.
Berikut 8 Mahasiswa STIT Makrifatul Ilmi yang dinyatakan lolos seleksi Prosiding International Conference on Tradition and Religious Studies:
1. Tema: Religius and Cultural Traditon, Judul Penelitian: Antropologi Religius Tradisi Upacara Ngaben Terhadap Manusia dengan Tuhannya, Penulis: Lola Vhitaloka, Riska Febriani
2. Tema: Religius Moderation Socio Cultural Discource, Judul Penelitian: Perang Pemahaman Hukum Fikih dalam Konsep Sosial Terkait Fenomena PP Al-Zaytun. Penulis Zumroh M.K – Naili Amani al Wiyah
3. Tema: Religius Moderation Socio Cultural Discource, Judul Penelitian: Konsep Berbeda Tapi Bersama dalam Kebhinekaan Indonesia Wujud Kasih dan Sayang, Penulis Desi Fitriani – Afifah Lelasari
4. Tema: Religius Moderation Socio Cultural Discource, Judul Penelitian: Ketenangan Beragama dalam Konsep Moderasi Memandang Perbedaan Ahmadiyah, Penulis: Annisa Alatifah Khamid – Heti Efrianti.
Ketua STIT Makrifatul Ilmi, Drs. Abdullah Munir, M.Pd. mengatakan, bahwa keberhasilan mahasiswa STIT Makrifatul Ilmi dalam bidang penelitian tidak lepas dari upaya keras tim pembimbing.
Baca Juga: Guru yang Memahami Anak Didik
“Memang mahasiswa kita, memiliki semangat yang kuat untuk mendalami bidang penelitian. Hal ini dapat kita lihat dari jadwal latihan dan bimbingan yang selalu mereka ikuti secara konsisten,” ungkap ketua STIT Makrrifatul Ilmi.
Baca Juga: Studi Pendidikan Agama Islam, Arah dan Tujuannya
Selain membuat karya ilmiah secara mandiri, mahasiswa juga melakukan penelitian bersama dosen.
“Kami sangat berterimakasih kepada segenap tim pembimbing, lolosnya mahasiswa dalam seleksi ini tak lepas dari upaya keras para pembimbing. Keberhasilan mahasiswa merupakan keberhasilan kita semua, khususnya dalam bidang penelitian ilmiah,” ucapnya.
Kami juga berpesan, lanjut Ketua STIT Makrifatul Ilmi, seluruh peserta agar mempersiapkan diri, agar nantinya dapat menghasilkan karya yang bermanfaat untuk semua orang lain.
Sementara itu Lembaga Penelilitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Yeni Wulandari, M.Pd. menjelaskan, tanggal 14-15 Juni nanti peserta bakal mempresentasi hasil kaya ilmiahnya dihadapan reviewer.
“Insya Allah, seluruh persiapan sudah matang dan siap dipresentasikan,” ujar Yeni.
Prosiding International ini dikuti 106 peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia maupun dari manca negara . Diantaranya, Asian University Of Bangladesh (Aub), Universitas Islam Internasional Indonesia, UIN Raden Fatah Palembang & UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
“Kami bersyukur STIT Makrifatul Ilmi bisa berpartisipasi dalam gelaran tersebut. Kita satu-satunya peserta dari Bengkulu,” Yeni Mengakhiri. (*)



