Kesimpulan
Hubungan antara kiai dan santri dalam tradisi pesantren sering disalahpahami oleh masyarakat luar sebagai bentuk feodalisme. Padahal, jika dilihat melalui kacamata Islam, hubungan itu justru merepresentasikan adab, keikhlasan, dan penghormatan terhadap ilmu.
Kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji menjadi bukti bahwa penghormatan kepada guru bukanlah praktik penindasan, melainkan bagian dari etika spiritual dalam menuntut ilmu. Tradisi ini bukan penghalang bagi kebebasan berpikir, justru menjadi pondasi moral agar ilmu membawa manfaat dan keberkahan.
Dengan demikian, pesantren bukanlah lembaga feodal, melainkan pusat pendidikan adab dan moralitas Islam tempat di mana akal, hati, dan spiritualitas ditempa bersama dalam satu bingkai keilmuan yang penuh barakah.
Oleh: Teri Handayani Mahasiswa Semester III | Prodi PAI STIT Makrifatul Ilmi Bengkulu Selatan | Tugas UTS Hadis Tarbawi


